|
|
|
janji janji pemimpin kepada rakyatnya -rakyatku, maafkan aku yang belum bisa memenuhi janjiku mengembalikan uangmu yang masuk kedalam saku ku- janji rakyat kepada pemimpinnya -pemimpinku, maafkan aku yang belum bisa memenuhi janjiku mempercayaimu segenap hati- janji suami kepada istrinya -istriku, maafkan aku yang belum bisa memenuhi janjiku memberimu uang belanja bulan ini- janji istri kepada suaminya -suamiku, maafkan aku yang belum bisa memenuhi janjiku memasakanmu sore ini- janji orang tua kepada anaknya -anakku, maafkan aku yang belum bisa memenuhi janjiku memberimu uang jajan hari ini- janji anak kepada orangtuanya -orangtuaku, maafkan aku yang belum bisa memenuhi janjiku menjadi ranking pertama semester ini- -janji- layaknya hujan yang turun disore hari menyirami negeri ini banjir janji menggenangkan berjuta harapan Hmmmm .. janji, mudah sekali untuk diucapkan, tapi untuk menepatinya, banyak yang dijadikan alasan untuk ingkar. Ini ada tulisan yang diambil dari MQ Media On Line - Kolom Aa Gym – Taushiah, mengenai Menjadi Manusia Terpercaya, yang harus di jaga salah satunya adalah menepati janji : Jangan pernah mengingkari janji dan jangan mudah mengobral janji. Pastikan setiap janji tercatat dengan baik dan selalu ada saksi untuk mengingatkan dan berjuanglah sekuat tenaga dan semaksimal mungkin untuk menepatinya, walaupun dengan pengorbanan lahir batin yang berat. Ingat! Semua pengorbanan menjadi kecil dibandingkan kehilangan harga diri sebagai seorang pengingkar janji, seorang munafik, na'udzubillah. Tidak ada artinya. Semua pengorbanan itu kecil dibandingkan dengan julukan "si pengingkar janji".
kang ... Kupunguti remah-remah kerinduan yang bercecer sepanjang jalan tadi Menjalinnya kembali menjadi utuh, untuk menemaniku disini Kerinduan yang membuat aku selalu ingin pulang Kerinduan yang membuat aku selalu ingin bersandar di dadamu
Roesdi djeung Misnem dioepahan koe tiloean, koe Ramlan Paman djeung Bibi dipapaler diboeboengah, oelah nyantel ka noe balik Tjipanon moenggoeh njalangkroeng, kalaletir pikir Roesdi ras ka ema ras ka bapa, ka doeloerna noe geus balik waas kelar djeung nalangsa, dina sadjeroning ati Postingan di atas dikutip dari novel sunda yang judulnya Roesdi Misnem. Isi ceritanya bagus, tentang kehidupan masyarakat sunda jaman dulu dan memang novel itu ada sekitar tahun 30-an. Ada yang berminat dengan buku-buku atau karya sastra berbahasa sunda ? ... “Sing ikhlas atuh dey .. sing ridho … ” Ikhlas … duh, kenapa susah melakukan itu. Kadang masih saja ada warna hitam di hati, meski berusaha untuk selalu menggoreskan warna putih. Kenapa masih ada keluh keluar dari bibir ini, sementara dari sudut hati membisikkan suatu keyakinan. Yakin bahwa menikmati proses lebih indah daripada menanti hasil. Yakin bahwa melakukan sesuatu tanpa berburuk sangka lebih indah daripada menggerutu. Mengeluh, hanya menghasilkan peluh, tanpa perlu mengayuh. Ya Rabb, beri keikhlasan-Mu itu padaku
hujan warna jinggapun tak singgah lagi dipandangan, hanya hitam atau kelabu binar kejorapun hilang ditelan pijar yang menggelegar
Anak sementara akar itu tak pernah kering, sementara ranting itu tak pernah patah, sementara daun itu tak pernah layu, kapankah bunga-bunga itu bermekaran, untuk menebar aroma ke tiap sudut #Hampir 5 bulan berlalu, Allah belum juga menunjukkan tanda-tanda bahwa aku berdua di percaya dititipi jundi oleh-Nya. Dia lebih tahu apa yang terbaik bagi kami berdua.#
dia saat kamu merasa tak berarti, lalu datang seseorang yang peduli sepenuh hati saat kamu merasa sedih, lalu datang seseorang yang merengkuhmu dalam pelukan hangatnya saat kamu menangis, lalu datang seseorang yang membuatmu tersenyum tulus jangan pernah tinggalkan dia, yang tak akan pernah ragu datang untuk memberi, tanpa pamrih, tanpa imbalan. dia bisa siapa saja. #dulu aku punya 2 orang sahabat yang seperti itu, setelah mereka menikah dan mempunyai keluarga, aku harus tahu diri untuk tidak selalu merepotkan mereka. Allah memang Maha Penyayang, saat ini aku punya akang, yang dengan ikhlas hati mau menjalani hari-hari bersama#
Sebuah keinginan Jadikanlah diriku seorang putri yang cukup kuat, untuk menyadari kalau ia sedang lemah dan cukup tabah untuk menghadapi dirinya sendiri kalau ia sedang takut. Yang akan bahagia dan tidak putus asa karena kalah secara jujur dan rendah serta lemah lembut dalam kemenangan. Tuhan Jadikanlah diriku seorang putri yang bukan hanya cuma mengharap, tapi juga yang mampu berbuat. Putri yang akan mengenal Engkau, janganlah bawa ke jalan yang serba mudah dan serba enak. Tapi biarlah belajar merasakan penderitaan orang-orang yang gagal Tuhan Jadikanlah diriku seorang putri yang hatinya jernih, yang cita-citanya tinggi. Putri yang dapat mengendalikan dirinya sendiri, sebelum mencoba mengendalikan diri orang lain, yang meraih masa depan tetapi tidak melupakan masa lalu. Dan Kalau semua menjadi milikku, aku mohon agar diberi rasa humor, berilah kerendahan hati, supaya selalu ingat kesederhanaan dan keagungan sejati, keterbukaan dari kebijaksanaan sejati, dan kelemahan dari kekuatan sejati. #Kata-kata yang aku temukan dari tumpukan kertas lama, tapi entah siapa penulisnya#
Dari seorang teman Kecemasan tak terbilang membukiti biru uratku Sebab masih slalu kupertanyakan dimanakah sesungguhnya tanah menyembunyikan akar-akarnya Sayap tak menerbangkan angin atau jingga dari belahan senja semuanya samar dan tak terbaca juga kau yang kuanggap cindera mata Dua puluh dua purnama yang sesungguhnya telah hadir pada malam-malam kosongku dan semuanya retak, tinggal serpihan-serpihan kecil, seperti butiran pasir laut selatan lalu jika kembang-kembang malam bisa kembali tumbuh dengan sudut lima bintang Di sudut mana kau berada 19 Oktober 2002 #dian nendi#
|