dey


dey, cukup panggil aku dengan nama itu, simpel dan mudah di ingat
   

<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30









 
Thursday, March 25, 2004
janji
dimana-mana orang sedang mengumbar janji

janji pemimpin kepada rakyatnya
-rakyatku, maafkan aku yang belum bisa memenuhi janjiku mengembalikan uangmu yang masuk kedalam saku ku-

janji rakyat kepada pemimpinnya
-pemimpinku, maafkan aku yang belum bisa memenuhi janjiku mempercayaimu segenap hati-

janji suami kepada istrinya
-istriku, maafkan aku yang belum bisa memenuhi janjiku
memberimu uang belanja bulan ini-

janji istri kepada suaminya
-suamiku, maafkan aku yang belum bisa memenuhi janjiku memasakanmu sore ini-

janji orang tua kepada anaknya
-anakku, maafkan aku yang belum bisa memenuhi janjiku memberimu uang jajan hari ini-

janji anak kepada orangtuanya
-orangtuaku, maafkan aku yang belum bisa memenuhi janjiku menjadi ranking pertama semester ini-

-janji-
layaknya hujan yang turun disore hari
menyirami negeri ini
banjir janji menggenangkan berjuta harapan

*Draft tulisan di atas itu, akang yang buat, aku hanya menambahkan beberapa kalimat saja*


Hmmmm .. janji, mudah sekali untuk diucapkan, tapi untuk menepatinya, banyak yang dijadikan alasan untuk ingkar.

Ini ada tulisan yang diambil dari MQ Media On Line - Kolom Aa Gym – Taushiah, mengenai Menjadi Manusia Terpercaya, yang harus di jaga salah satunya adalah menepati janji :
Jangan pernah mengingkari janji dan jangan mudah mengobral janji. Pastikan setiap janji tercatat dengan baik dan selalu ada saksi untuk mengingatkan dan berjuanglah sekuat tenaga dan semaksimal mungkin untuk menepatinya, walaupun dengan pengorbanan lahir batin yang berat. Ingat! Semua pengorbanan menjadi kecil dibandingkan kehilangan harga diri sebagai seorang pengingkar janji, seorang munafik, na'udzubillah. Tidak ada artinya. Semua pengorbanan itu kecil dibandingkan dengan julukan "si pengingkar janji".


Posted at 09:51 am by dey
mau ikutan ber-kata ?  

 
Wednesday, March 24, 2004
kang ...
kang ...
Kupunguti remah-remah kerinduan yang bercecer sepanjang jalan tadi
Menjalinnya kembali menjadi utuh, untuk menemaniku disini
Kerinduan yang membuat aku selalu ingin pulang
Kerinduan yang membuat aku selalu ingin bersandar di dadamu

Posted at 12:07 pm by dey
Comments (1)  

 
Thursday, March 18, 2004
Roesdi djeung Misnem
Roesdi koe  Ramlan ditoengtoen, dikaleng diadjak balik
dioepahan koe tiloean, koe Ramlan Paman djeung Bibi
dipapaler diboeboengah, oelah nyantel ka noe balik

Tjipanon moenggoeh njalangkroeng, kalaletir pikir Roesdi
ras ka ema ras ka bapa, ka doeloerna noe geus balik
waas kelar djeung nalangsa, dina sadjeroning ati



Postingan di atas dikutip dari novel sunda yang judulnya Roesdi Misnem. Isi ceritanya bagus, tentang kehidupan masyarakat sunda jaman dulu dan memang novel itu ada sekitar tahun 30-an. Ada yang berminat dengan buku-buku atau karya sastra berbahasa sunda ?

Posted at 04:05 pm by dey
mau ikutan ber-kata ?  

...
Mendung hadir setiap menjelang senja, titik-titk air hujan datang menemani Malam semakin pekat tanpa bintang, hanya suara binatang malam yang setia menyapa. Masih saja ada gelisah, ada resah yang tak tentu arah. Entah, hati ini sukar sekali diajak tersenyum.


“Sing ikhlas atuh dey .. sing ridho … ”
Ikhlas … duh, kenapa susah melakukan itu. Kadang masih saja ada warna hitam di hati, meski berusaha untuk selalu menggoreskan warna putih. Kenapa masih ada keluh keluar dari bibir ini, sementara dari sudut hati membisikkan suatu keyakinan. Yakin bahwa menikmati proses lebih indah daripada menanti hasil. Yakin bahwa melakukan sesuatu tanpa berburuk sangka lebih indah daripada menggerutu.
Mengeluh, hanya menghasilkan peluh, tanpa perlu mengayuh.
Ya Rabb, beri keikhlasan-Mu itu padaku

Posted at 12:26 pm by dey
mau ikutan ber-kata ?  

 
Tuesday, March 16, 2004
hujan
air mata siapakah yang beberapa petang ini selalu Tuhan tumpahkan dengan derasnya
warna jinggapun tak singgah lagi dipandangan, hanya hitam atau kelabu
binar kejorapun hilang ditelan pijar yang menggelegar

Posted at 06:35 pm by dey
mau ikutan ber-kata ?  

 
Monday, March 15, 2004
Anak
Duhai Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup sendiri dan Engkaulah waris yang baik.
(QS. Al-Anbiyâ [21] : 89)

Duhai Rabbi, anugerahkanlah kepadaku anak yang termasuk golongan orang-orang shalih
(QS. Ash-Shâffât [37] : 100)

Duhai Rabbi, berilah aku dari sisi-Mu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do'a
(QS. Ali 'Imrân [3] : 38)


Saat kuntum keinginan belum merekah, pada siapakah harus menitipkan airmata
sementara akar itu tak pernah kering,
sementara ranting itu tak pernah patah,
sementara daun itu tak pernah layu,
kapankah bunga-bunga itu bermekaran, untuk menebar aroma ke tiap sudut


#Hampir 5 bulan berlalu, Allah belum juga menunjukkan tanda-tanda bahwa aku berdua di percaya dititipi jundi oleh-Nya. Dia lebih tahu apa yang terbaik bagi kami berdua.#

Posted at 12:21 pm by dey
Comments (3)  

 
Thursday, March 11, 2004
dia
saat kamu merasa sendiri, lalu datang seseorang yang setia menemani sepanjang hari
saat kamu merasa tak berarti, lalu datang seseorang yang peduli sepenuh hati
saat kamu merasa sedih, lalu datang seseorang yang merengkuhmu dalam pelukan hangatnya
saat kamu menangis, lalu datang seseorang yang membuatmu tersenyum tulus

jangan pernah tinggalkan dia, yang tak akan pernah ragu datang untuk memberi, tanpa pamrih, tanpa imbalan.

dia bisa siapa saja.




#dulu aku punya 2 orang sahabat yang seperti itu, setelah mereka menikah dan mempunyai keluarga, aku harus tahu diri untuk tidak selalu merepotkan mereka.
Allah memang Maha Penyayang, saat ini aku punya akang, yang dengan ikhlas hati mau menjalani hari-hari bersama#

Posted at 11:52 am by dey
Comments (2)  

 
Wednesday, March 10, 2004
Sebuah keinginan
Tuhan
Jadikanlah diriku seorang putri yang cukup kuat, untuk menyadari kalau ia sedang lemah dan cukup tabah untuk menghadapi dirinya sendiri kalau ia sedang takut. Yang akan bahagia dan tidak putus asa karena kalah secara jujur dan rendah serta lemah lembut dalam kemenangan.

Tuhan
Jadikanlah diriku seorang putri yang bukan hanya cuma mengharap, tapi juga yang mampu berbuat. Putri yang akan mengenal Engkau, janganlah bawa ke jalan yang serba mudah dan serba enak. Tapi biarlah belajar merasakan penderitaan orang-orang yang gagal

Tuhan
Jadikanlah diriku seorang putri yang hatinya jernih, yang cita-citanya tinggi. Putri yang dapat mengendalikan dirinya sendiri, sebelum mencoba mengendalikan diri orang lain, yang meraih masa depan tetapi tidak melupakan masa lalu.

Dan
Kalau semua menjadi milikku, aku mohon agar diberi rasa humor, berilah kerendahan hati, supaya selalu ingat kesederhanaan dan keagungan sejati, keterbukaan dari kebijaksanaan sejati, dan kelemahan dari kekuatan sejati.


#Kata-kata yang aku temukan dari tumpukan kertas lama, tapi entah siapa penulisnya#

Posted at 10:46 am by dey
mau ikutan ber-kata ?  

 
Tuesday, March 09, 2004
Dari seorang teman
dey!*


Titik, bening, air mata apikah yang datang tanpa ketukan
Kecemasan tak terbilang membukiti biru uratku
Sebab masih slalu kupertanyakan
dimanakah sesungguhnya tanah
menyembunyikan akar-akarnya

Sayap tak menerbangkan angin
atau jingga dari belahan senja
semuanya samar dan tak terbaca
juga kau yang kuanggap cindera mata

Dua puluh dua purnama yang sesungguhnya
telah hadir pada malam-malam kosongku
dan semuanya retak, tinggal serpihan-serpihan
kecil, seperti butiran pasir laut selatan

lalu jika kembang-kembang malam
bisa kembali tumbuh dengan sudut lima bintang
Di sudut mana kau berada


* entah, tanyakan saja padanya
19 Oktober 2002
#dian nendi#

Posted at 01:33 pm by dey
mau ikutan ber-kata ?  

Previous Page